Entri Populer

Senin, 26 Desember 2011

Totto Chan :)

"Toto-chan, Gadis Cilik di Jendela" adalah sebuah buku yang berkisah tentang gadis kecil berumur 7 tahun bernama asli Tetsuko yang bersekolah di Tomoe Gakuen. Dalam usia 7 tahun, umur kelas 1 SD, Toto-chan sudah dikeluarkan dari sekolah karena dianggap bandel. Padahal Toto-chan bukan bandel, tapi dia punya rasa ingin tahu yang besar.
 
Bayangkan, dia memanggil pemusik jalanan saat jam pelajaran berlangsung dan meminta mereka memainkan musik. Tentu saja kelas jadi tidak keruan. Di lain waktu, Toto-chan melongok keluar jendela dan bertanya,"Hei, kau sedang apa ?" berulang-ulang. Karena penasaran dan mengganggu suasana belajar, guru Toto-chan melihat keluar jendela, mencari tahu siapa yang diajak bicara oleh Toto-chan. tidak ada siapa-siapa karena ternyata yang diajak bicara adalah sepasang burung Walet yang sedang membuat sarang.

Buku ini mengisahkan kepolosan seorang anak. Benar-benar dari sudut pandang anak. Halaman 85 menceritakan teka-teki yang membuat saya geli saat membacanya pertama kali,

"Apa yang mengerikan, berbau busuk tapi rasanya enak ?"
Jawabannya,"Jin duduk di kakus sambil makan roti isi selai kacang..."

Pada dasarnya buku ini bercerita tentang metode pendidikan yang bagus, yang disampaikan dari sudut pandang seorang anak. Berapa banyak anak cerdas yang menjadi korban salah pendidikan karena sifatnya yang hiperaktif dan penuh kreativitas, yang justru sering dilihat sebagai kenakalan.

Di Tomoe Gakuen, urutan pelajaran tidak dijadwalkan secara berurutan. Ada yang memulai hari belajar dengan mempelajari Fisika, menggambar, ada juga yang ingin mulai dari belajar bahasa.

Menariknya, semua ini merupakan pengalaman nyata penulis bukunya, Tetsuko Kuroyanagi dan sekolah Tomoe pernah benar-benar ada pada periode Perang Dunia II di Jepang.

Jika memiliki putera-puteri yang baru masuk awal sekolah, buku ini bisa menjadi referensi yang bagus. Menurut saya sendiri, justru orang tua yang seharusnya membaca buku ini karena dalam berbagai hal, buku ini mengajarkan pada orang tua, bagaimana memahami seorang anak dan tingkah polahnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar