Juni, gue gak tau, entah mengapa bulan itu bikin gue ngerasa hidup dengan penuh warna dan berharga. Juni, gue gak tau kenapa gue bisa terperosok masuk ke dalam ceritanya, dan semuanya hal yang terjadi saat Juni sama sekali bikin hidup gue berubah. Juni, lo tau gak, karena lo sekarang gue ngerasa bukan hidup dalam diri gue sendiri. Gue merasa jadi orang lain, dan mustahil untuk kembali jadi gue yang sebelumnya. Juni, kenapa cerita lo begitu berharga buat gue? Juni, semua keindahan itu udah sirna setelah lo lewat. Gue gak pernah lagi ngerasain semua hal yang pernah gue lewati saat Juni. Cuma Juni, dan hanya Juni yang pernah hidup gue berubah, hanya Juni yang pernah menuliskan gue dalam ceritanya. Hanya Juni yang pernah bikin hidup gue lebih bahagia tanpa pernah sedikitpun merasakan kesedihan selama tahun ini. Cuma Juni. Lo ngerti? Betapa berharganya Juni buat gue. Meski sekarang udah Desember, tapi rasanya semuanya baru terjadi kemaren, dan hari ini, tinggalah ampas kenangan yang tertinggal. Hanya di Juni, bukan bulan lain. Alam pun tau, gue merindukan elo, Jun. Meski mustahil buat gue untuk balik lagi ke Juni, setidaknya gue masih diberikan kesempatan untuk terus bermimpi, walau itu sia-sia. Juni, cuma satu yang gue mau bilang sama elo, kalau gue sayaaaaaannnggg banget sama Juni {} :’D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar